Blog Detail

Yanbi Muadz Bin Jabal: Semua Anak itu Hebat!

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya’budụn

Artinya: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (QS.Adz-Dzariyat:56)

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah: 30).

Dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 Kita dapat memahami Bahwa hakekatnya manusia itu harus tau siapa yang menciptaknnya. Untuk mengetahui itu manusia dapat mengetahuinya melalui proses belajar dan pendidikan karena dengan pendidikan akan membuat manusia menjadi tau siapa dirinya. Pengenalan terhadap dirinyalah membuat manusia menjadi mengenal siapa yang menciptaknnya dan mengenal tuhannya sebagai pencipta. Dari situ manusia akan mengentahui apa saja hak dari tuhannya yang menjadi kewajiban bagi manusia. Pendidikan sebagai jembatan untuk membeentuk manusia yang memahami dan mengenal tuhannya dan juga dapat mengantarkan manusia pada keimanan yang akan menjaga manusia agar berada dalam ketaat.

Selanjutnya kita akan melihat dalam surat Al Baqarah:30 dengan mengutip dari hadits Abu Hurairah: “Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang orang yang dipimpinnya. Penguasa adalah pemimpin bagi manusia, dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Wanita adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anaknya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang budak adalah pemimpin terhadap harta tuannya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang harta yang diurusnya. Ingatlah, masing-masing kalian adalah pemimpin dan masing-masing kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari).

Hakikatnya anak adalah amanat dari Allah SWT dan harus dijaga dan dididik untuk mencapai keutamaan dalam hidup dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Semua anak yang dilahirkan ke dunia dalam keadaan fitrah bagaikan sebuah mutiara yang belum diukur dan belum berbentuk tapi amat bernilai tinggi. Maka kedua orang tuanyalah yang akan mengukir dan membentuknya menjadi mutiara yang berkualitas tinggi dan disenangi semua orang serta kembangkanlah potensi yang ada pada dirinya masing-masing yang allah telah karuniakan padanya dengan tidak membanding-bandingkannya dengan yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *